Sri Mulyani Optimis Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Mampu Mendorong Ekonomi RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa program makan bergizi gratis ala Presiden terpilih Prabowo Subianto diharapkan akan memberikan dorongan bagi perekonomian di masa depan. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Sri Mulyani, peningkatan SDM menjadi kunci penting bagi Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi antara 6 persen hingga 8 persen.
“Dengan demikian, program perbaikan SDM melalui makanan bergizi, reformasi kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, dan penyempurnaan jaringan pengaman sosial menjadi sangat penting dalam meningkatkan produk SDM Indonesia,” ujarnya dalam rapat Paripurna pada hari Selasa (4/6).
Sementara dalam APBN 2025, yang akan menjadi anggaran pertama yang dijalankan oleh Prabowo, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen hingga 5,5 persen. Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini yang diharapkan mencapai 5,2 persen.
“Meskipun merupakan rentang pertumbuhan ekonomi yang ambisius, namun tetap realistis,” jelasnya.
Faktor penopang perekonomian tahun depan, seperti konsumsi rumah tangga, diharapkan dapat tumbuh sekitar 5 persen hingga 5,2 persen, sementara investasi diharapkan tumbuh antara 4,7 persen hingga 5,2 persen.
Menteri Keuangan ini memastikan bahwa ada tiga hal yang akan tetap dijalankan dalam pelaksanaan APBN 2025, yaitu meningkatkan pendapatan, belanja yang berkualitas, efektif, dan efisien, serta melakukan pembiayaan dengan penuh kehati-hatian.
“Semua ini untuk menjaga kepercayaan terhadap APBN,” tambahnya.
Dengan Sri Mulyani menegaskan keyakinannya pada potensi program makan bergizi gratis ala Prabowo untuk menjadi katalisator dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, harapan akan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan inklusif semakin menguat. Sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045, langkah-langkah strategis seperti perbaikan sumber daya manusia melalui program kesehatan dan pendidikan menjadi semakin vital.
Dalam kerangka APBN 2025, perencanaan yang cermat dan kehati-hatian dalam menjalankan kebijakan ekonomi menjadi landasan utama bagi penguatan fondasi ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, pernyataan Sri Mulyani menghadirkan optimisme yang dibutuhkan dalam menatap masa depan ekonomi Indonesia, di mana kolaborasi antara pemerintah dan berbagai sektor masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan perubahan positif yang menyeluruh.