BANDUNG, Penjuru.co.id – Jumlah penumpang WNA Whoosh telah melampaui 1 juta orang selama tiga tahun kereta cepat Jakarta–Bandung itu beroperasi. Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 430 ribu penumpang, kata PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Senin (19/10/2026).
Angka tersebut disampaikan General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa di Bandung, seperti dikutip dari Antara. Warga Malaysia mengisi sekitar 43 persen dari seluruh penumpang asing yang tercatat sejak layanan komersial dimulai pada 17 Oktober 2023 hingga 16 Oktober 2026.
Menurut Eva, banyaknya wisatawan mancanegara yang memilih Whoosh ikut memperkuat konektivitas pariwisata di koridor Jakarta–Bandung. “Jumlah penumpang warga negara asing mencapai lebih dari 1 juta orang, dengan sekitar 43 persen atau 430 ribu penumpang berasal dari Malaysia,” ujarnya.
Lonjakan Penumpang WNA Whoosh dalam Setahun
Pertumbuhan penumpang asing terlihat jelas bila dibandingkan dengan data KCIC tahun lalu. Dalam siaran pers 4 November 2025, KCIC mencatat total penumpang WNA sejak awal operasi baru 600.958 orang. Artinya, dalam kurun sekitar setahun, jumlahnya bertambah kira-kira 400 ribu orang hingga menembus 1 juta.
Pada rilis yang sama, Malaysia juga sudah menjadi pasar terbesar dengan porsi sekitar 44 persen. Negara asal berikutnya adalah Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Saat itu KCIC menyebut sebagian besar penumpang asing memakai Whoosh untuk berwisata maupun urusan bisnis di Jakarta dan Bandung.
Tegalluar Jadi Pintu Masuk Wisman ke Jawa Barat
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat memperlihatkan peran Whoosh bagi pariwisata daerah. Sepanjang Januari–Agustus 2026, kereta cepat itu mengangkut 127.885 kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat, dan 87,85 persen di antaranya turun di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, menurut Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati yang dikutip Antara.
Tiga Tahun Whoosh: 18,2 Juta Penumpang
Secara keseluruhan, KCIC mencatat Whoosh telah melayani 18,2 juta penumpang dalam tiga tahun. Jumlah perjalanan bertambah dari 14 menjadi 62 perjalanan per hari, sedangkan penumpang harian yang awalnya sekitar 9.000 orang pernah memuncak di atas 26.000 orang dalam sehari. Kini layanan ini mengangkut lebih dari 500 ribu penumpang setiap bulan.
Rinciannya, Whoosh mengangkut sekitar 1,14 juta penumpang pada Oktober–Desember 2023, 6,06 juta penumpang pada 2024, dan 6,2 juta penumpang pada 2025. Sepanjang Januari hingga 16 Oktober 2026, jumlahnya sekitar 4,86 juta orang. Sebagai perbandingan, Penjuru pernah melaporkan rekor penumpang harian Whoosh yang kala itu mencapai 21 ribu orang.
Dikutip dari TribunJabar.id, KCIC juga mengklaim Whoosh mempertahankan catatan tanpa kecelakaan selama tiga tahun, dengan ketepatan waktu 99,4 persen dan tingkat kepuasan pelanggan 95,95 persen. Perjalanan kereta cepat ini sudah panjang sejak nama Whoosh dipilih untuk kereta cepat Jakarta–Bandung.
Kemudahan Tiket bagi Penumpang Internasional
Bagi pelancong dari luar negeri, akses tiket kini dibuat lebih ringkas. Mulai 16 Oktober 2026, Direktorat Jenderal Imigrasi dan KCIC menyediakan tautan pemesanan tiket Whoosh di layanan deklarasi kedatangan All Indonesia. Penumpang internasional yang sudah mengisi deklarasi bisa langsung memesan perjalanan ke Bandung atau Karawang, demikian dilaporkan Antara.
“Kami ingin kemudahan perjalanan tidak berhenti di pemeriksaan imigrasi,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko. Kerja sama itu juga mencakup pertukaran data penumpang untuk pengawasan keimigrasian, dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi.
Ke depan, KCIC berencana mengembangkan akses menuju Stasiun Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon. “Fokus kami ke depan adalah memperluas jangkauan layanan Whoosh agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” kata Eva, dikutip TribunJabar.id. Simak cerita gaya hidup dan perjalanan lainnya di kanal Ragam Penjuru.
Sumber: Antara, TribunJabar.id, siaran pers KCIC, Antara (Imigrasi–KCIC), Antara (BPS Jabar).
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan disunting oleh redaksi Penjuru.
